jump to navigation

Kualitas Udara yang Menyedihkan Februari 24, 2010

Posted by luqman hakim in berita.
trackback

Sejak tahun 1976 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemantauan terhadap beberapa parameter kualitas udara yang berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pendirian jaringan pemantauan kualitas udara di Indonesia berkaitan erat dengan program-program Badan Meteorologi Se Dunia (WMO) antara lain Program Global Ozone Observing System (GO3OS) di tahun 1950-an, Program Background Air Pollution Monitoring Network (BAPMoN) di tahun 1960-an, Program Global Atmosphere Watch (GAW) tahun 1989 dan Program GAW Urban Research Meteorological and Environment (GURME) tahun 1999.

Sampai saat ini BMKG memiliki 44 jaringan stasiun pemantau kualitas udara. Dari 44 Stasiun/ Unit Kerja Pemantau Kualitas Udara, 42 Stasiun melakukan pengamatan parameter SPM (Suspended Particulate Matter), 31 stasiun parameter Kimia Air Hujan (KAH), 7 stasiun parameter SO2 dan NO2, 4 stasiun parameter PM10, 3 stasiun parameter Aerosol, dan 2 stasiun melakukan pengamatan parameter Ozon (O3) permukaan serta 1 stasiun lainnya melaksanakan monitoring Gas Rumah Kaca (GRK).

Khususnya Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW Station) yang berlokasi di Bukit Kototabang- Sumatera Barat yang terletak pada posisi 00º 12′ 17″ LS dan 100º 19″ 15″ BT pada ketinggian 864.5 meter di atas permukaan laut, melaksanakan monitoring parameter kualitas udara yang lebih komprehensif, meliputi : Aerosol PM10,PM2,5,NO2,SO2,CO,O3,Gas Rumah Kaca (CH4, CO2,N20,SF6) dan radiasi UV-B. Fungsi stasiun GAW disamping melakukan monitoring seperti tersebut diatas juga untuk mengkoordinasikan pengamatan dan penelitian perubahan komposisi atmosfer dengan tujuan :

  1. Memahami peranan kimia atmosfer kaitannya dengan perubahan iklim regional-global.
  2. Mengevaluasi pengaruh kimia atmosfer terhadap lingkungan. Dalam hal ini berkaitan dengan pengendapan unsur yang berbahaya di bumi, ekosistem laut dan air tawar, siklus alami dari unsur kimia pada sistem global atmosfer, samudera dan biosfer.

Dari info diatas, sampai sejauh manakah peran kita sebagai warga bumi?

Sekarang, sudah saatnya kita untuk melakukan apa yang harus kita lakukan. Semuanya dimulai dari diri kita sendiri, tanpa memikirkan dan memprotes diri orang lain. Karena perubahan pada diri sendiri adalah perubahan yang sangat mendasar untuk melakuakn perubahan besar. Tidak ada kata selain “SECEPATNYA” sebelum semuanya benar-benar terlambat. Hentikan keegoisan dan komersialisasi terhadap apapun. Jika semua dilakukan dengan cara tulus dan keikhlasan niscaya semuanya tidak akan berdampak terlalu besar terhadap kehidupan.

“Pernahkah manusia yang tamak dan sombong dengan kepintarannya sadar akan kehancuran dan kerusakan tentang kualitas udara kita dengan pemanfaatan dan pengeksploiasian secara besar-besaran?”

Jika setiap manusia berikir akan masa depan yang baik, maka salah satu cara menempuhnya adalah dengan berdamai dengan alam dan menjaga isinya dengan baik dan “SECARA BENAR!!”. Jangan hanya banyak bicara saja. “LAKUKAN”

Terima Kasih.

sumber : BMKG

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: