jump to navigation

Sistem Terganggu,Perdagangan Saham Tertunda Agustus 6, 2008

Posted by luqman hakim in berita.
trackback

Pialang mulai beraktivitas di lantai bursa kemarin, sesaat setelah pembukaan. Akibat gangguan sistem, perdagangan baru dibuka pukul 10.45 WIB

 Sejarah kembali tercipta di pasar modal Indonesia. Kali ini tidak terkait dengan fluktuasi pergerakan harga saham, melainkan berhubungan dengan waktu pembukaan perdagangan. Untuk pertama kalinya transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimulai pada pukul 10.45 WIB atau lebih lambat 1 jam 15 menit dibanding waktu pembukaan normal,pukul 09.30.

Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengungkapkan, BEI terpaksa menunda perdagangan saham sesi pertama yang seharusnya dibuka pada pukul 09.30 karena ada gangguan pada jaringan internal. Gangguan terjadi pada sistem jaringan internal per- dagangan Jakarta Automatic Trading Systems (JATS).

”Mesin dihidupkan pada pukul 07.00, pada pukul 08.00 kondisi boks mesin tidak stabil. Karena khawatir mati di tengah perdagangan, kami memutuskan untuk menghentikan sementara,” ujarnya di Jakarta kemarin. Sesi pertama perdagangan kemarin berlangsung dari pukul 10.45 hingga 12.00.

Begitu dibuka, indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung anjlok 32,001 poin atau 1,41% ke 2.194,709 dibanding penutupan sehari sebelumnya di level 2.227,675. Dalam lima menit pembukaan, transaksi tercatat mencapai Rp311 miliar. Hanya tujuh saham naik, 36 turun dan 18 stagnan.

Saham-saham yang melemah antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp400 menjadi Rp5.450, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp150 menjadi Rp7.800 dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun Rp20 menjadi Rp1.570. Erry menuturkan, hingga kini BEI belum memiliki sistem perdagangan cadangan yang berfungsi secara otomatis ketika JATS mengalami kerusakan.

BEI hanya memiliki sistem perdagangan cadangan, Disaster Recovery Center (DRC), yang membutuhkan waktu tujuh jam untuk berfungsi. Erry mengatakan, lantaran sumber kerusakan telah terdeteksi, BEI memutuskan untuk memperbaiki boks mesin dan tidak mengaktifkan DRC.Kendati demikian, BEI akan mengkaji apakah ke depan DRC akan difungsikan secara otomatis dengan konsekuensi biaya yang cukup tinggi.

”Kita akan reviu semua peralatan kita, jika memang harus diberlakukan layaknya genset yang secara otomatis nyala, akan kami lakukan, meskipun dengan biaya yang besar,”katanya. Dia mengatakan, tertundanya perdagangan selama 1 jam 15 menit tidak menimbulkan kerugian material bagi para pelaku pasar.

”Belum ada transaksi jual beli, hanya order yang tertunda,” imbuhnya. Untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan, saat ini BEI tengah mempersiapkan sistem perdagangan yang lebih kompetitif.Sistem itu diharapkan pada akhir tahun bisa diaplikasikan. ”Saat ini kita masih lakukan assessment test dengan vendor,” katanya.

Erry mengungkapkan, sistem baru yang menelan investasi USD5 juta ini memiliki kapasitas nilai dan volume transaksi tiga kali lebih besar dibanding sistem perdagangan saat ini. Di tempat terpisah,Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany menyerahkan masalah perbaikan gangguan jaringan ke BEI.

Gangguan jaringan, kata Fuad, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga pernah dialami bursa Malaysia. ”Kalau ada kejadian seperti ini tentu harus dievaluasi, perbaikan teknologi informasi kita serahkan ke SRO (self regulatory organization). Yang pasti security system harus diperbaiki,”ujarnya di Kantor Bapepam-LK, Jakarta, kemarin. Fuad menilai SRO mempunyai kompetensi untuk memperbaiki jaringan teknologi informasi dan BEI sudah mempunyai rencana untuk pengembangan teknologi informasi.

 Investor Dirugikan

Sementara itu, analis menyarankan agar BEI memiliki pengaman (cadangan) jaringan internal untuk mengantisipasi gangguan jaringan. Kepala Riset Sarijaya Securities Danny Eugene mengatakan, tertundanya perdagangan saham di BEI disesalkan para pelaku pasar. ”Secara psikologis investor dan broker merasa dirugikan,” katanya.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengatakan, tertundanya perdagangan saham itu merugikan para fund manager lantaran strategi perdagangan mereka tidak dapat dijalankan sesuai rencana. Head of Research Recapital Securities Poltak Hotradero mengatakan,kerusakan jaringan internal BEI menyebabkan sebagian potensi transaksi pada satu perdagangan sesi pertama hilang.

Menurutnya, pada sesi pertama perdagangan biasanya transaksi mencapai Rp1,5 triliun. ”Jadi terbuang siasia,” katanya. Kasus gangguan sistem jaringan bukan satu-satunya terjadi di Indonesia.Pada 22 Juli 2008 lalu, Bursa Efek Tokyo (Tokyo Stock Exchange/ TSE) terpaksa menghentikan perdagangan lantaran ada gangguan sistem. Kejadian ini membuat kepercayaan investor merosot. 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: