jump to navigation

Kenaikan Harga Minyak Dunia Tak Untungkan Sektor Migas Indonesia Agustus 4, 2008

Posted by luqman hakim in berita.
trackback

Pemerintah perlu segera memberlakukan windfall profit tax kepada para kontraktor migas untuk mengurangi kenaikan harga BBM yang membebani rakyat karena kenaikan harga minyak dunia tidak memberi keuntungan pada sektor migas dalam negeri. Hal itu dikatakan anggota DPD Marwan Batubara, Ketua Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Effendi Siradjuddin, serta Direktur Reforminer Institute dan pengamat perminyakan Kurtubi dalam seminar “Migas untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat” di Gedung Nusantara V, DPR, Senin (21/7).

Marwan mengatakan, asumsi harga minyak dunia mengalami kenaikan dari 60 dollar AS (asumsi APBN 2007) menjadi 140 dollar AS per barrel (kisaran harga minyak dunia saat ini) diperhitungkan terjadi kenaikan pendapatan perusahaan minyak di Tanah Air sekitar Rp 40,73 triliun dalam setahun.

“Jika pemerintah dapat menarik tambahan pajak melalui windfall profit tax paling tidak 50 persen dari kenaikan harga itu, potensi tambahan penerimaan negara yang dapat diraih sebesar Rp 20,36 triliun,” ujarnya.

Seperti diketahui, windfall profit adalah keuntungan “plus-plus” yang didapat kontraktor asing, bukan hasil kerja tambahan ataupun investasi. “Keuntungan ini semata-mata dipicu oleh gejolak harga pasar yang diramalkan semakin besar dan pemerintah sudah seharusnya memberlakukan pajak windfall profit ini,” tutur Effendi Siradjuddin.

Effendi mengatakan, windfall profit tax ini adalah pemungutan pajak tambahan kepada perusahaan-perusahaan migas karena terjadinya lonjakan tajam atas harga komoditas migas di pasar internasional. “Perusahaan-perusahaan tersebut dikenakan pajak tambahan karena telah terjadi pertambahan nilai yang luar biasa atas produk migas dibandingkan dengan nilai saat kontrak migas,” ujarnya.

Beberapa negara lain sudah memberlakukan windfall profit tax, seperti Amerika Serikat, Venezuela, Inggris, Malaysia, dan India juga tengah bersiap memberlakukannya. “Pemerintah Venezuela sejak sebulan lalu telah meminta 20-30 persen bagian windfall profit yang dinikmati kontraktor minyak asing di negaranya untuk membantu program bantuan pangan dan subsidi masyarakat miskin,” kata Effendi.

Sementara itu, menurut pengamat perminyakan Kurtubi, langkah konkret yang harus dilakukan pemerintah adalah mengubah kontrak bagi hasil yang ada dengan menjadikan windfall profit tax ini sebagai klausul dalam kontrak-kontrak yang baru. “Alternatif lain langkah konkretnya dengan membuat kontrak baru dengan para kontraktor migas. Selain itu, supaya iklim investasi tetap terjaga, perlu proses investasi yang disederhanakan, pajak sebelum berproduksi harus dicabut dalam UU Migas,” ungkap Kurtubi.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: