jump to navigation

karakteristik produk pasar modal Agustus 4, 2008

Posted by luqman hakim in pasar modal.
trackback
Dewasa ini banyak produk investasi ditawarkan. Bentuknya pun ada yang “mirip-mirip” dengan produk pasar modal, ada yang tidak sama sekali. Namun hampir pasti dengan iming-iming keuntungan yang ditawarkan berlipat-lipat, bahkan mengalahkan rasio dan perhitungan investasi. Bayangkan ada yang menawarkan 4 persen per bulan atau 48 persen per tahun.

Pemasaran dan penawaran yang dilakukan juga tak kalah “wah” lewat internet hingga door to door secara multi level marketing. Luar biasa. Yang terpikat, lalu menanamkan dana tidak sedikit. Berharap untung malah buntung. Ironisnya kejadian tersebut selalu berulang. Kenapa hal itu bisa terjadi? Jawabnya jelas, karena yang menjadi landasan berinvestasi adalah memperoleh keuntungan yang maksimal.

Sebagaimana teori investasi, maka seorang investor mempunyai dua pilihan untuk menanamkan uangnya. Pilihan pertama adalah menabung di bank dengan harapan memperoleh bunga. Pada saat bunga bank tinggi, menabung di bank sangat menguntungkan, namun pada saat kisaran bunga bank rendah seperti saat ini, kurang menguntungkan.

Pilihan kedua adalah melakukan investasi (membuka usaha/menanamkan modal). Harapan melakukan investasi adalah memperoleh tingkat pengembalian (rate of return) yang tinggi. Karenanya jangan heran, banyak sekali produk investasi ditawarkan, mulai dari yang logis hingga yang tidak. Mulai dari janji keuntungan berlipat-lipat dalam beberapa waktu hingga yang keuntungan dan pengembalian modalnya dilakukan secara bertahap.

Apapun pilihan investasi yang hendak dipilih seorang investor hendaknya ia selalu berpedoman pada prinsip investasi yakni adanya keuntungan dan risiko. Antara risiko dan keuntungan harus dibandingkan terlebih dahulu, sebab kita tahu risiko investasi merupakan persentase kemungkinan usaha itu mengalami kerugian. Karenanya dalam sebuah investasi mencari untung juga diikuti oleh berbagai risiko, analisis pasar, dan aspek sosial dari sebuah investasi. Jadi pedoman tersebut harus dipastikan kita ketahui terlebih dulu sebelum melakukan investasi.

Memilih Investasi

Memilih instrumen investasi memang bukan perkara mudah, apalagi dana terbatas sehingga investasi selain untuk kebutuhan jangka panjang (growth) tapi juga untuk kebutuhan jangka pendek (likuiditas). Untuk jangka panjang, dana diharapkan bisa berkembang dengan hasil selalu maksimal dan berdaya beli tinggi. Sedangkan dalam jangka pendek, dana yang ditanamkan terhadap sebuah produk investasi sewaktu-waktu harus bisa dijual tanpa harus mengalami pengurangan. Karenanya menjadi prasyarat utama bahwa produk investasi tersebut harus gampang dijual dengan mekanisme pasar yang jelas dan transparan.

Dalam konteks memilih instrumen investasi tersebut seorang investor selalu dihadapkan kepada beragam pilihan investasi yang ada, pasar uang atau pasar modal. Membeli properti, emas dan benda-benda berharga lainnya menjadi pilihan dan sebelum menentukan pilihan sarana investasi harus mampu menjawab dua faktor tersebut, yakni aspek jangka panjang growth (pertumbuhan) dan aspek jangka pendek (likuiditas). Membeli instrumen pasar uang, SBI misalnya waktu yang dibutuhkan investor untuk bertransaksi surat berharga ini sepekan sekali. Sebagaimana kita tahu Surat Berharga Bank Indonesia (SBI) dilelang tiap pekan. SBI memang fixed income, berpendapatan tetap, namun investor kecil peluangnya untuk memperoleh SBI sebab dalam membeli butuh dana yang besar. Surat berharga lain, semisal comercial paper (CP), juga bukan “makanan” investor individu yang modalnya kecil. Membeli tanah dan bangunan, tidak saja butuh waktu dalam membeli, tapi apabila ingin menjualnya, karena investasi ini kurang memenuhi aspek likuditas apabila sewaktu-waktu butuh uang.

Bagaimana dengan karakteristik produk pasar modal? Pasar modal merupakan sebuah entitas bisnis yang mempertemukan pihak-pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pemilik modal. Pihak yang butuh modal adalah perusahaan atau emiten. Sedangkan pemilik modal adalah investor (atau masyarakat). Karenanya, manfaat pasar modal bagi dunia usaha adalah membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha serta memberikan akses kontrol sosial bagi perusahaan dalam menjalankan usahanya, mendorong pemanfaatan manajemen profesional dalam pengelolaan perusahaan, wahana untuk melakukan investasi dalam jangka pendek (likuiditas) maupun jangka panjang (growth), dan merupakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi perusahaan. Sedangkan pemilik modal adalah investor atau pemodal.

Dengan pengertian itu, sebagai sebuah entitas bisnis pasar modal sangat bermanfaat bagi para investor dan dunia usaha pada umumnya. Pasar modal berperan sebagai sumber dana yang bersifat jangka panjang, alternatif investasi, wahana untuk melakukan restrukturisasi permodalan perusahaan, dan media untuk melakukan divestasi. Sementara itu, manfaat pasar modal bagi investor adalah memberikan kesempatan atau hak kepada masyarakat untuk memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai prospek yang baik dimasa depan, dan merupakan alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan.

Dengan karakteristik yang demikian itu, produk yang ditawarkan pasar modal memiliki merupakan bukti kepemilikan. Saham dan obligasi, selain bisa dibeli juga bisa dijual. Demikian dengan produk-produk lainnya. Karakteristik produk pasar modal yang juga khas adalah begitu membeli juga bisa dijual kembali, karenanya selain berpeluang memperoleh capital gain, investor juga berpeluang memperoleh dividen atau hak lain yang melekat pada instrumen yang dibeli. Dividen untuk saham, bunga untuk obligasi. Demikian pula dengan produk-produk derivatif lainnya, seperti right, opsi, waran. Karenanya jangan keliru memilih wahana investasi, karena tidak jarang pihak yang menawarkan juga mengatakan bahwa dana yang dikelolanya juga diinvestasikan di pasar modal.

Perlu diingat bahwa pengelola pasar modal memperoleh izin dari Bapepam-LK bukan dari yang lain. Bila ia pengelola dana maka yang ditawarkan adalah unit penyertaan reksa dana, reksa dana tersebut bisa berupa reksa dana indeks, reksa dana syariah, reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana fixed income atau reksa dana pasar uang dan valas. Lalu kalau ia perusahaan pialang atau broker maka ia akan menawarkan saham, obligasi dan efek derivatif di pasar modal. Secara aturan bahwa produk investasi di pasar modal dikenal sebagai efek, efek bisa bersifat utang atau bersifat kepemilikan, hak untuk memiliki atau membeli yang disebut sebagai opsi. Berikut adalah produk investasi yang ditawarkan pasar modal:

1. Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan atau merupakan bukti turut serta dalam modal suatu perusahaan.
2. Obligasi adalah surat pengakuan hutang jangka panjang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh dana. Pemegang obligasi akan memperoleh bunga secara periodik dan akan menerima pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo.
3. Obligasi konversi adalah obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham pada waktu yang ditentukan dimasa depan.
4. Bukti right (hak memesan efek terlebih dahulu) adalah hak dari pemegang saham yang ada untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan sebelum saham baru tersebut ditawarkan kepada pihak lain.
5. Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegang efek tersebut untuk membeli saham langsung dari perusahaan tersebut dengan harga tertentu pada waktu tertentu.
6. Reksa dana (mutual fund) adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya telah menitipkan sejumlah uang kepada pengelola reksa dana (manajer investasi) untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar modal, pasar uang atau lainnya.
7. Opsi merupakan hak untuk membeli atau memiliki. Opsi tersebut selalu didahului dengan kontrak, dengan waktu berlakunya hak pada periode tertentu. Opsi juga diperjualbelikan di bursa, misalnya opsi untuk membeli saham tertentu pada harga tertentu dengan jumlah tertentu. Di BEI, produk tersebut diberi nama Kotrak Opsi Saham (KOS). Bahkan pada Juni mendatang satu produk lagi juga akan segara muncul yakni futures contract yakni sebuah produk perdagangan berjangka atas efek yang bisa dijadikan sarana hedging (lindung nilai) bagi investasi investor.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: